<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kampungonline.com™ &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://kampungonline.com/category/jurnal/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kampungonline.com</link>
	<description>olah data - konsultasi skripsi - web design - hosting - domain</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 08:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>KONTRASEPSI IUD</title>
		<link>http://kampungonline.com/2009/12/konseling-keluarga-berencana/</link>
		<comments>http://kampungonline.com/2009/12/konseling-keluarga-berencana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungonline.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[

&#60;!&#8211; 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	&#8211;&#62;

HUBUNGAN  KONSELING KELUARGA BERENCANA DENGAN KELANGSUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KOTA TANJUNGPINANG
PENDAHULUAN


 Latar Belakang Masalah

Konferensi Kependudukan Dunia di Kairo tahun 1994 telah menghasilkan rumusan kebijaksanaan yang dikenal dengan program aksi untuk kesehatan reproduksi yang meliputi Keluarga Berencana. Dalam program aksi tersebut ada beberapa tujuan pokok yang harus dicapai, diantaranya meningkatkan kualitas pelayanan, Komunikasi, Informasi, Edukasi, konseling dan pelayanannya.   Kebijakan yang menyangkut KB dan kesehatan reproduksi tersebut ditetapkan mengingat kualitas pelayanan yang sangat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" lang="sv-SE" align="CENTER">
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" lang="sv-SE" align="CENTER">&lt;!&#8211; 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	&#8211;&gt;
</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: x-small;"><strong>HUBUNGAN  KONSELING KELUARGA BERENCANA DENGAN KELANGSUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KOTA TANJUNGPINANG</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" lang="sv-SE" align="CENTER"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" lang="sv-SE" align="CENTER">
<ol>
<li> <strong>Latar Belakang Masalah</strong></li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.04in; text-indent: 0.44in; margin-bottom: 0in; line-height: 155%;" lang="sv-SE" align="JUSTIFY">Konferensi Kependudukan Dunia di Kairo tahun 1994 telah menghasilkan rumusan kebijaksanaan yang dikenal dengan program aksi untuk kesehatan reproduksi yang meliputi Keluarga Berencana. Dalam program aksi tersebut ada beberapa tujuan pokok yang harus dicapai, diantaranya meningkatkan kualitas pelayanan, Komunikasi, Informasi, Edukasi, konseling dan pelayanannya.   Kebijakan yang menyangkut KB dan kesehatan reproduksi tersebut ditetapkan mengingat kualitas pelayanan yang sangat penting (BKKBN, 2003 a).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungonline.com/2009/12/konseling-keluarga-berencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keracunan Pb</title>
		<link>http://kampungonline.com/2008/08/keracunan-pb/</link>
		<comments>http://kampungonline.com/2008/08/keracunan-pb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 08:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungonline.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Intoksidasi Pb sudah dikenal sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu, berupa kolik yang ditemukan oleh dokter diberbagai negara Yunani dan Arab. Pada tahun 100 &#8211; 200, DIOSCORIDES mengemukakan bahwa kolik usus yang terjadi disebabkan Pb yang termakan dan debu Pb yang diinhalasi. Sebab banyak alat-alat rumah tangga terbuat dari Pb yang dapat menimbulkan keracunan. Sekitar tahun 1831 dan 1839 tidak kurang dari 1217 kasus plumbism pekerja industri Pb, dilaporkan pada rumah sakit di Perancis. Keracunan Pb pada orang dewasa sering terjadi dalam pabrik cat. Kira-kira 50 tahun yang lalu, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Intoksidasi Pb sudah dikenal sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu, berupa kolik yang ditemukan oleh dokter diberbagai negara Yunani dan Arab. Pada tahun 100 &#8211; 200, DIOSCORIDES mengemukakan bahwa kolik usus yang terjadi disebabkan Pb yang termakan dan debu Pb yang diinhalasi. Sebab banyak alat-alat rumah tangga <span><!--[if gte vml 1]><v :shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"> <v :stroke joinstyle="miter" /> </v><v :formulas> <v :f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v :f eqn="sum @0 1 0" /> <v :f eqn="sum 0 0 @1" /> <v :f eqn="prod @2 1 2" /> <v :f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v :f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v :f eqn="sum @0 0 1" /> <v :f eqn="prod @6 1 2" /> <v :f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v :f eqn="sum @8 21600 0" /> <v :f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v :f eqn="sum @10 21600 0" /> </v> <v :path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o :lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> <v :shape id="Picture_x0020_9" o:spid="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75"  alt="http://kampungonline.com/plugins/editors/jce/tiny_mce/plugins/readmore/img/trans.gif"  style='width:.75pt;height:.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v :imagedata src="file:///C:\Users\MEDIU\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif" mce_src="file:///C:\Users\MEDIU\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif"   o:title="trans" /> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>terbuat dari Pb yang dapat menimbulkan keracunan. Sekitar tahun 1831 dan 1839 tidak kurang dari 1217 kasus plumbism pekerja industri Pb, dilaporkan pada rumah sakit di Perancis. Keracunan Pb pada orang dewasa sering terjadi dalam pabrik cat. Kira-kira 50 tahun yang lalu, keracunan Pb pada anak jarang terjadi.</span><span id="more-10"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"> Tetapi sekitar tahun 1960 ditemukan intoksikasi Pb pada anak dengan sosial-ekonomi rendah, karena inhalasi atau menelan cat dari rumah yang rusak. Kebiasaan memasukkan benda kedalam mulut dan pika sering dihubungkan dengan intoksikasi Pb. Keadaan sosial-ekonomi mempengaruhi insidens. Tetapi keracunan Pb dari tahun ke tahun terus meningkat, walaupun tahap sosial ekonomi semakin baik. Di luar negeri dikhawatirkan peningkatan konsumsi Pb melalui air minum dan polusi udara, yang diduga dapat menimbulkan cacad mental pada bayi baru lahir, karena ibunya exposed terhadap Pb, disamping kemungkinan terjadinya abortus spontan. Terdapat korelasi positip antara kadar Pb darah ibu dan bayi yang diukur pada tali pusat. Problema intoksikasi Pb yang lebih luas ialah kadar Pb yang terdapat dalam udara yang dapat diabsorbsi melalui paru dengan baik. MenurutKEHOE, kurang dari 10% Pb dalam makanan yang diabsorbsi melalui usus, tetapi 25 &#8211; 50% Pb yang diinhalasi akan diabsorbsi. Walaupun semua senyawa Pb bersifat racun, tetapi toksisitas tergantung dari pada daya larut dan ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin mudah diabsorbsi.</span></p>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Umpama Pb asetat yang kurang menimbulkan bahaya intoksikasi (kecuali bila termakan) oleh karena tidak berbentuk debu, dilain pihak Pb suboksida sangat toksik karena dapat menyublim. Kadar Pb udara berbeda-beda ditiap tempat. Dari penyelidikan yang dilakukan, disimpulkan bahwa urutan daerah yang mempunyai kadar paling rendah hingga berkadar tinggi mulai dari tengah lautan &#8212; pegunungan &#8212; pantai &#8212; suburban &#8212; urban. Sewaktu musim dingin kadar Pb lebih tinggi daripada musim panas, sebab polusi Pb kurang dapat dieliminasi oleh aliran angin pada waktu musim dingin. Intake rata-rata melalui respirasi ialah 0,33 mg/hari, dengan kadar maksimal yang dianjurkan 10 ug/m3(the American Hygiene Association). Para penyelidik menghubungkan keadaan polusi ini dengan penggunaan bahan bakar. Pb tetraetil (TEL) merupakan campuran bahan bakar untuk antiknock (menaikkan bilangan oktan), bersama-sama dengan Pb tetrametil. Konsentrasi maksimal yang dianjurkan berbeda di tiap negara, biasanya tidak melebihi 1,12 g/l. Di Indonesia untuk campuran bensin hingga memenuhi persaratan premium (bilangan oktan 87) dan super (bilangan oktan 98), berturut-turut dipergunakan TEL maximum 2,5 ml dan 3 ml per gallonAmerika. Sebagian besar sample udara mengandung partikel Pb berukuran dibawah 1,0 u, yang merupakan batas ukuran partikel yang dapat diabsorbsi per inhalasi. Di Amerika lebih daripada 2 x 108 kg Pb dibakar sebagai campuran antiknock pertahun. Dikatakan bahwa lebih daripada 98% hasil pembakaran Pb berasal dari bensin. Surveykasus keracunan yang dirawat di rumah sakit &#8211; rumah sakit Jakarta sejak tahun 1971 belum pernah dilaporkan adanya keracunan Pb. Hal ini mungkin disebabkan karena kasus memang tidak ada atau diagnosa tidak dapat ditegakkan. Berdasarkan adanya polusi Pb udara, kemungkinan intoksikasi Pb pada orang-orang yang exposed, terutama di kota besar makin banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 18pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">KINETIKA TIMBAL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Setelah diabsorbsi, Pb didistribusi kejaringan lunak seperti otak, paru, hati, limpa dan sumsum tulang sebagai Pb difosfat, kemudian mengalami redistribusi dan disimpan dalam tulang sebagai Pb trifosfat yang sukar sekali larut. Proses ini berlangsung beberapa bulan bila penderita tidak diobati.Pb disimpan dan dimobilisasi dari tulang sama seperti kalsium. Dalam keadaan terikat pada tulang ini dianggap tidak toksik dan toksisitas timbul jika berada dalam keadaan bebas. Pemberian banyak kalsium dan keadaan asidosis akan membebaskan Pb dari tulang rimenuju jaringan lunak. Intake fosfat tinggi mempermudah penimbunan Pb dalam tulang dan mengurangi Pb dalam jaringan lunak, sedangkan intake fosfat rendah akan mempermudah mobilisasi Pb dari tulang dan menambah Pb dalam jaringan lunak. Pb diekskresi bersama urin, tinja dan keringat (sedikit). Ekskresi Pb ditingkatkan dengan pemberianCaNa2 EDTA atau penisilamin dan dimerkaprol.</span></p>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 18pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">INTOKSIKASI PB DAN PENGOBATANNYA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Saluran pencernaan, susunan saraf, sistim hemopoietik dan ginjal merupakan alat-alat tubuh yang paling sensitif terhadap efek toksik Pb. Intoksikasi Pb akut. Intoksikasi Pb akut jarang terjadi, biasanya bersifat accidental poisoning yaitu termakannya senyawa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Pb akut yang mengenai saluran pencernaan dapat berupa haus, nausea, vomitus, diare, konstipasi, sakit perut dan rasa logam (metallic taste). Sedangkan gejala yang berhubungan dengan susunan saraf pusat berupa insomnia, tremor, halusinasi dan gejala pada anak yang menonjol yaitu ataxia, konvulsi, koma dan ensefalopati. Gejala intoksikasi Pb terhadap susunan saraf perifer dapat berupa parestesi perasaan, sakit dan lemah pada otot terutama kaki. Anemia hemolitik berat kadang-kadang terjadi pada intoksikasi Pb akut. Hal ini diduga karena Pb merusak membran sel eritrosit muda dan dewasa pada sumsum tulang serta darah tepi. Anak-anak dan orang dewasa dengan keracunan Pb akut dapat menderita disfungsi tubuli proximal dengan gejala-gejala seperti sindroma de Toni Fanconi (aminoasiduria,glikosuria, hiperfosfaturia). Mungkin hal ini disebabkan oleh gangguan enzim tubuli atau defek fungsi mitokhondria yang dapat kembali normal sesudah diobati dengan chelating agent. Intoksikasi Pb khronik. Intoksikasi Pb khronik didapatkan melalui exposed terhadap Pb secara terus menerus sehingga kumulasi Pb makin meningkat dalam jaringan, suatu saat melampaui safety level dan menimbulkan keluhan dan gejala intoksikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Adanya deposit Pb abnormal terlihat pada gambaran radiologi tulang panjang, dimana terdapat penambahan densitas ujung metafisis dan garis Pb pada gingiva. Pada keadaan lanjut terlihat kelumpuhan (radialpalsy, wrist drop, foot drop dan sebagainya) Yang diduga disebabkan oleh efek toksik prekursor porfirin, kelainan metabolisme heme dalam saraf atau mekanisme lain yang belum jelas. Anemia merupakan tanda lanjut dan paling sering terjadi pada orang dewasa, biasanya ringan serta selalu hipokrom. Hal ini menunjukkan salah penggunaan Fe dalam sumsum tulang, sehingga Fe darah meningkat. Pada penelitian ternyata terdapat pengurangan inkorporasi Fe kedalam eritrosit dan penimbunan Fe berlebih-lebihan dalam mitokhondria prekursor eritrosit. Anemia yang terjadi digolongkan sebagai anemia sideroblastik. Pembentukan heme terganggu pada tingkatan mitokhondria yang didapat sebagai perubahan yang paling dini, atau langsung terhadap sintesa ribosom dan atau soluble RNA, terutama pada sumsum tulang dan hati. Menurut AL B A H A R Y, hambatan terjadi pada enzim-enzim (1), (2) dan (4). Sedangkan menurut ANDERSON, terhadap enzim-enzim (2), (3) dan (4). Pb sebagai racun bekerja terhadap enzim-enzim yang kaya akan gugus sulfhidril (SH) seperti ALA dehidratase (ALA-D) dan dalam mitokhondria yaitu ALA sintetase dan hemesintetase. Hambatan ini bersifat nonkompetitif, tetapi aktivitas enzim ini dapat dikembalikan in vitro dengan menambah dithiothreitol, yaitu suatu reagen yang melindungi gugus SH. (Cermin Dunia Kedokteran No. 13 I978)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: #3366ff;">dr U Sjamsudin, dr F D Suyatna<br />
Bagian Farmakologi<br />
Fakuitas Kedokteran Universitas Indonesia<br />
Jakarta</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungonline.com/2008/08/keracunan-pb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
